Kapan Harus Ke Dokter Saat Anak Demam?

Halo bunda, siapa sih yang nggak panik saat anak terserang demam? Saat demam suhu tubuh anak jadi meningkat, kadang disertai menggigil dan rewel menjadikan anak tidak nyaman. Rasanya kita ingin segera saja ya bawa anak ke dokter.

Menurut dr Arifianto, Sp.A demam merupakan reaksi yang menggambarkan adanya suatu proses dalam tubuh. Pada kondisi demam, perkembangbiakkan virus dan bakteri di dalam tubuh justru sedang dihambat.

“Jadi sebenarnya demam merupakan reaksi yang ditimbulkan tubuh saat menghadapi infeksi. Demam bisa jadi gejala dari suatu penyakit,” tutur penulis buku Berteman Dengan Demam tersebut.

Tingginya suhu tubuh tidak selalu berhubungan dengan makin beratnya penyakit. Demam bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. “Kalau demamnya disertai batuk dan pilek tidak perlu buru-buru memberikan antibiotik. Karena itu disebabkan virus. Nanti bisa hilang dengan sendirinya,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Apin itu.

Suhu tubuh normal seorang anak berkisar antara 36,5-37 derajat celcius. Jika di atas 38 derajat celcius artinya anak mengalami demam. Untuk mengetahui suhu tubuh anak sebaiknya pakai termometer ya, bun. “Jangan pakai tanganmeter! Karena bisa saja salah. Supaya kita benar-benar tahu anak demam atau tidak,” kata dokter Apin.

Nah, termometer yang paling mudah digunakan saat ini adalah termometer digital. Pengukurannya juga bisa dilakukan di lokasi yang berbeda-beda.

Termometer yang diletakkan di rektum, telinga atau dahi dikatakan demam jika angkanya lebih dari 38 derajat celcius. Sementara yang diletakkan di mulut yakni lebih dari 37,8 derajat celcius. Dan lebih dari 37,2 derajat celcius jika diletakkan di ketiak.

Perlukah Obat Penurun Panas?

Menurut dokter Apin obat penurun panas atau antipiretik diberikan untuk membuat anak demam menjadi lebih nyaman dan tidak rewel, bukan untuk menurunkan suhunya. “Memberi obat demam tidak boleh sembarangan. Harus sesuai berat badan dan usia anak,” jelas dokter Apin.

Pemberian antipiretik yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping kerusakan organ hati, mengiritasi saluran cerna dan yang terberat adalah sindrom Reye. “Obat yang aman diberikan dan dapat dibeli tanpa resep adalah parasetamol dan ibuprofen, dengan berbagai merk dagang,” imbuh dokter kelahiran Malang tersebut.

Lalu gimana supaya anak merasa tetap nyaman saat demam?

  • Sebaiknya jangan menggunakan pakaian yang tebal sebab akan membuat panas tubuh sulit keluar. Pakaikan anak baju berbahan tipis dan pendek.
  • Jaga asupan minum anak. Pastikan anak tidak dehidrasi ya bun.
  • Kompres air hangat pada lipatan ketiak dan lipatan selangkangan. Jangan kompres dingin ya karena bisa mengakibatkan pembuluh darah mengecil sehingga meningkatkan suhu tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika demam berlangsung kurang dari 7 hari dan tanpa gejala yang jelas, maka bunda perlu waspada nih. Apalagi kalau anak cenderung lemah dan lesu sepanjang waktu maka segera bawa ke dokter ya.

Selain itu jika ada tanda-tanda gawat darurat seperti kejang, anak terlihat sesak napas, ruam, muntah-muntah hebat, bibir terlihat biru bahkan hingga penurunan kesadaran maka jangan tunda bawa anak ke dokter.

Hal terpenting saat anak demam adalah tetap menjaga asupan cairan agar anak tidak dehidrasi. Makin tinggi suhu, maka makin tinggi risiko keluarnya cairan tubuh. Jangan lupa berikan si kecil banyak minum. Dan, tetaplah tenang saat menghadapi anak demam ya bun 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here