Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa?

Menyusui-Saat-Berpuasa

Halo bunda! Memasuki bulan Ramadan orang-orang berbondong-bondong mempersiapkan segala hal untuk menyambut bulan suci ini. Semangat berpuasa terasa sekali ya di mana-mana. Ada yang sibuk menyusun menu untuk berbuka maupun sahur, ada yang semangat berbenah rumah, atau saling berkunjung ke sanak saudara.

Nah, para bunda juga tak ingin ketinggalan turut serta menunaikan ibadah puasa kan. Lantas, bagaimana dengan bunda-bunda yang sedang menyusui? Apakah boleh ikut berpuasa? Simak terus ya tips-tips di bawah ini.

1. Prioritaskan Kesehatan Bayi & Ibu

Berpuasa bagi bunda menyusui sesungguhnya bergantung pada kondisi bunda dan bayi masing-masing. Bunda boleh saja berpuasa asalkan memerhatikan kesehatan bayi. Terkadang ada yang bundanya kuat berpuasa namun memengaruhi kesehatan bayi, misalnya berat badan menjadi berkurang atau mengalami diare. Nah, kalau sudah begini lebih baik stop dulu ya bunda puasanya.

Bunda juga perlu memerhatikan kondisi bayi saat diajak berpuasa. Salah satunya dengan memantau kecukupan ASI. Tandanya bisa diperhatikan dari frekuensi buang air kecil (BAK). Jika bayi sudah di atas usia 1 bulan maka minimal frekuensi BAK 6x/hari. Jangan lupa juga pantau terus kurva berat badan bayi. Jika mengalami penurunan dari hari ke hari maka sebaiknya bunda membatalkan puasa ya.

2. Makan Tetap 3x Sehari

Meski skip makan siang, bunda menyusui sebaiknya tetap makan 3x lho saat berpuasa. Yakni saat sahur, berbuka dan makan malam setelah salat isya atau mau tidur malam. Usahakan juga makan sahur saat mendekati imsak dan menyegerakan berbuka jika waktunya telah tiba.

“Membagi waktu makan secara merata atau makan dalam porsi kecil tapi sering dapat membantu asupan ibu menyusui saat berpuasa,” terang dr Dewi Martha Indria konsultan laktasi International Board of Lactation Consultant (ICBLC) .

Menurut dr Dewi berpuasa dalam jangka pendek (tidak makan dan minum) – berpuasa Ramadhan – tidak menurunkan produksi ASI secara signifikan. Namun jika pada kondisi ibu berpuasa ibu mengalami dehidrasi berat maka produksi ASI bisa menurun secara signifikan. Tubuh ibu akan secara normal berusaha beradaptasi dengan kondisi saat berpuasa. “Selama ibu tetap memperhatikan asupan makan dan minum puasa dalam jangka pendek (10-14 jam)
seharusnya tidak menurunkan produksi ASI,” tuturnya.

3. Menjaga Asupan Makan & Minum

Sebenarnya asupan kalori ibu menyusui sama dengan kebutuhan ibu dewasa normal. Pada umumnya kebutuhan kalori yang dibutuhkan ibu menyusui berkisar 500 kalori. Yakni dengan pembagian karbohidrat 50 %, protein 30 % dan lemak 10-20 % .

Selama bunda memenuhi kebutuhan gizi seimbang cukup karbohidrat, protein, lemak dan vitamin serta mineral maka bisa membantu bunda dalam berpuasa. Bisa juga dibantu dengan mengonsumsi makanan yang bersifat meningkatkan produksi ASI, seperti kacang hijau, kurma, gandum, bayam, telur, produk olahan susu, dll.

“Sebetulnya makan ibu mneyusui saat puasa tetap saja diatur seperti biasa. Yang terpenting gizi harus seimbang ya. Asupan minum juga tetap diperhatikan,” kata dr Dewi.

Selain memerhatikan asupan makan, jangan lupa asupan cairan juga ya bunda. Usahakan bunda minum air putih sebanyak 2 liter per hari atau 10 – 12 gelas. Selain itu bisa ditambah dengan cairan lainnya seperti kuah sup hangat, jus buah atau susu. “Porsi asupan cairan ini bisa dilakukan ketika sahur, berbuka dan saat malam hari,” terang dr Dewi.

4. Kurangi Aktivitas Berat

Meski urusan domestik menggunung, kerjaan kantor menumpuk namun jangan lupa sama kemampuan fisik ya bund! Kenali alarm tubuh dan kurangi aktivitas fisik yang menguras tenaga. Utamakan aktivitas yang prioritas dan fokus pada kegiatan menyusui juga ibadah. Hitung-hitung menambah pahala ya bund.

5. Menyediakan ASIP

Bunda yang bekerja di kantor bisa menyiapkan stok ASI perah (ASIP) sebelumnya. Dengan memerah setiap 2 – 3 jam sekali bisa menjaga produksi ASI. Bisa juga berlaku bagi bunda yang full time di rumah ya. Namun jangan juga melupakan directbreastfeeding.

6. Menjaga Frekuensi Menyusui

Menjaga produksi ASI tidak cukup dengan memerhatikan asupan yang masuk. Jangan lupakan juga menjaga frekuensi menyusui. Bunda sebaiknya tetap menyusui seperti biasa sesuai kehendak bayi selama bunda membersamai si kecil.

“Menyusuilah lebih sering saat malam hari, setelah waktu berbuka, agar produksi ASI dapat tetap terjaga. Jika ibu harus memerah maka memerahlah seperti biasa dan dianjurkan tetap memerah saat malam hari” jelas dr Dewi.

Produksi ASI pada kondisi ibu berpuasa atau tidak prinsip utamanya based on demand. Hal ini tergantung dari seberapa sering dan seberapa efektif pengosongan payudara dilakukan (baik dengan disusui langsung maupun diperah). Selain itu faktor kondisi psikologis ibu juga akan berpengaruh sekali pada produksi ASI.

Kedua hal ini tidak lepas dari pengaruh kerja hormon prolactin (dipengaruhi oleh seberapa sering dan seberapa efektif pengosongan payudara) dan hormon oksitosin (dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu).

Berpuasa saat menyusui diperbolehkan dan tidak masalah selama kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Yang penting jangan memaksakan diri ya bun jika memang tidak mampu. Puasa bukanlah ajang kita untuk unjuk kehebatan di mata orang lain, tapi sebagai momen untuk pengendalian diri. Maka kembalikan ke niat awal ya bun! Selamat berpuasa 🙂

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here