Tips Puasa yang Aman Saat Hamil

Young pregnant woman holds her hands on her swollen belly. Love concept. Love and maternity concept.

Allah subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan ummatnya untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Namun, ada golongan tertentu yang dibolehkan untuk tidak berpuasa. Salah satunya adalah ibu hamil. Meski disahkan untuk tidak berpuasa, namun masih saja banyak ibu hamil yang tetap ingin menjalankan puasa.

Dalam Islam sendiri, ibu hamil termasuk digolongkan dalam orang-orang yang diberi keringanan. Statusnya sama dengan orang yang sedang sakit, dalam perjalanan atau orang-orang yang sudah tua. Golongan tersebut diwajibkan untuk mengganti (qadha) puasa di hari lain sebanyak hari yang ditinggalkan.

Ada pula ulama yang berpendapat, ibu hamil yang tidak berpuasa wajib membayar fidyah, berupa memberi makan orang miskin setiap hari selama ia tidak berpuasa, sebanyak setengah sha’ (sekitar 3,125 gram) makanan pokok atau satu mud (5/6 liter) tanpa harus mengganti di hari lain.

Islam memberikan banyak kemudahan. Jika ibu hamil ingin berpuasa tentu tetap harus memperhatikan hal-hal lain supaya tidak membahayakan ibu dan janin. Lalu, bagaimana agar puasa ibu hamil tetap aman? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  1. Konsultasi ke Dokter

Ada baiknya jika ingin berpuasa, nomor satu adalah konsultasi ke dokter soal kondisi kesehatan ibu maupun janinnya. Dokter akan mengecek apakah sang ibu memiliki riwayat penyakit yang dapat membahayakan saat berpuasa. Misalnya, riwayat diabetes, hipertensi, perdarahan ataupun penyakit lambung.

Jika saat menjalani puasa kondisi ibu hamil menjadi lemas, dehidrasi, mual ataupun gerakan janin yang awalnya aktif menjadi lemah, sebaiknya segera berbuka. Sebab, hal ini dapat menyebabkan kondisi hipoglikemia, dimana kadar gula ibu hamil menjadi turun drastis.

  1. Tetap Makan Tiga Kali

Selama berpuasa asupan makanan tentu berkurang dan waktunya menjadi bergeser. Namun, untuk ibu hamil tetap dianjurkan makan sebanyak tiga kali selama berpuasa. Yakni, pada waktu sahur, berbuka dan dan beberapa jam setelah berbuka puasa. Dianjurkan makan sahur mendekati waktu imsak, misalnya satu atau setengah jam sebelumnya. Agar, simpanan energi di waktu siang lebih banyak.

  1. Pilih Asupan Yang Bergizi

Ibu hamil yang ingin berpuasa wajib selektif memilih makanan. Agar gizi sang ibu maupun janin tetap terpenuhi. Memperbanyak makanan yang mengandung serat, vitamin, dan mineral dapat membantu menghindari sembelit.

Selain itu, pemenuhan protein dan karbohidrat juga perlu diperhatikan. Misalnya seperti seperti gandum, beras merah dan cokelat. Sementara, kandungan protein bisa didapat dari daging, telur dan ikan. Jenis makanan ini dapat membantu tubuh terasa berenergi sepanjang berpuasa.

Selama berpuasa asupan cairan dalam tubuh juga berkurang. Maka penting untuk memperbanyak konsumsi air mineral. Konsumsi air mineral sebanyak 1,5 hingga 2 liter air diantara waktu berbuka hingga sahur.

Keinginan berpuasa saat hamil tetap harus memperhatikan faktor-faktor lain. Meski sang ibu merasa mampu menjalaninya, namun jangan sampai untuk memaksakan diri. Sebab, Allah telah memberi keringanan. Tetapi, juga jangan melupakan kewajiban lain seperti menqadhanya ataupun membayar fidyah.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here