6 Langkah Agar Sukses Menyusui

Menyusui secara ekslusif merupakan impian setiap ibu. Air Susu Ibu (ASI) sendiri telah dipercaya dan terbukti mengandung nutrisi yang lengkap untuk kebutuhan sang buah hati. Namun, kerapkali kegiatan ini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar sukses menyusui. Berikut 6 cara agar sukses menyusui:

1. Percaya Diri dan Yakin 

Setelah melahirkan banyak yang mengkhawatirkan kuantitas produksi ASI. Sebagian besar ibu merasa cemas produksi ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Padahal ketakutan ini sebenarnya tidak perlu. Sebab, kebutuhan ASI bayi saat baru lahir memang masih sedikit. Diperkirakan lambungnya masih sebesar biji kelereng. Setidaknya bayi baru lahir membutuhkan 10 mililiter ASI.

Oleh sebab itu bunda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Percaya diri dan yakin adalah kunci agar menyusui bisa berjalan lancar. Percaya bahwa ASI bunda cukup dan dapat memenuhi kebutuhan sang bayi.

2. Nutrisi

Saat menyusui sebaiknya mengonsumsi makanan sarat bergizi. Sebab semua zat akan diserap bayi. Makanan yang mengandung serat seperti sayur, buah, dan protein baik untuk memenuhi kebutuhan menyusui. Selain itu mengonsumsi makanan yang dipercaya meningkatkan produksi ASI seperti kacang hijau, kacang almond, susu kedelai, daun katuk, bayam, dll.

Namun, jika bunda memiliki alergi terhadap makanan, sebaiknya dihindari ya. Sebab, makanan yang dapat memicu alergi dapat memengaruhi bayi bunda.

3. Rileks

Menjaga emosi dan suasana hati sangat penting saat menyusui. Sebab, mood yang buruk dapat memengaruhi produksi ASI menjadi sedikit. Saat menyusui berusahalah untuk tetap tenang dan rileks. Bunda bisa mengambil posisi ternyaman saat menyusui. Bisa sambil duduk di sofa atau sambil tiduran.

Semakin rileks dan bahagia maka produksi ASI bisa berjalan lancar. Sebab, saat itu hormon oksitosin yang berperan penting merangsang keluarnya ASI dapat bekerja dengan baik, lantaran suasana hati yang tenang. Jadi, jangan stress saat menyusui ya, bunda!

4. Pelekatan yang Benar

Sebagian besar bunda mengalami puting lecet di awal-awal menyusui. Hal ini disebabkan posisi pelekatan mulut bayi saat menyusui kurang tepat sehingga menyebabkan luka pada payudara bunda. Tentu hal ini menjadi salah satu keberhasilan proses menyusui. Bila pelekatan tidak benar, si kecil akan sulit mendapat ASI secara optimal.

Untuk itu pastikan puting dan seluruh aerola payudara masuk seluruhnya ke mulut bayi saat menyusu. Sebab, jika hanya bagian puting saja dapat menyebabkan nyeri dan berdampak lecet pada payudara.

Segera susui bayi bunda bila ia menunjukkan rasa lapar. Biasanya ditandai dengan mengisap kepalan tangannya, bibir, atau jarinya. Isyarat lainnya bisa berupa reflek rootingyaitu reflek normal pada bayi baru lahir ketika bibir atau pipinya disentuh, maka secara otomatis ia menoleh dan mulutnya membuat gerakkan mengisap. Jangan menunggu hingga menangis karena akan lebih sulit untuk melakukan pelekatan yang benar.

5. Menyusui Sesuka Bayi

Susui bayi bunda sesukanya. Jangan melihat jam namun lebih memperhatikan petunjuk dari bayi. Semakin sering menyusui maka akan semakin bertambah produksi ASI, persis seperti konsep supply dan demand.  Kunci peningkatan produksi ASI adalah pengosongan payudara sesering mungkin, baik dengan menyusui langsung atau memerah saat tidak bersama bayi.

6. Dukungan Pasangan dan Lingkungan

Keberhasilan menyusui juga dipengaruhi lingkungan. Yang terjadi di masyarakat sebagian masih meminta bundanya untuk memberikan susu formula lantaran bayi terus menangis. Mereka mengira bahwa ASI saja tidak cukup. Padahal bayi menangis tidak selalu karena lapar dan haus tetapi bisa juga karena kedinginan, kepanasan, ketakutan, bosan atau memang hanya ingin digendong.

Untuk itu dukungan suami dan lingkungan terutama keluarga amat penting agar bunda dapat sukses dan tenang menyusui. Bunda jangan sungkan meminta bantuan dalam merawat bayi agar pekerjaan lebih ringan dan meminimalisir stress.

Selain itu bunda juga bisa bergabung dalam komunitas ibu-ibu menyusui. Tujuannya agar dapat saling berbagi dan saling mendukung satu sama lain. Jika dalam satu lingkaran yang sama maka kita dapat merasakan perjuangan ibu satu sama lain. Jadi jangan menyerah untuk terus mengASIhi ya, bunda!

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here