Bagaimana Memandikan Bayi dengan Aman?

Memandikan bayi adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan hubungan orangtua dengan bayi. Tapi terkadang juga bisa membuat bunda merasa stress lantaran khawatir memandikan bayi yang baru lahir apalagi jika hal ini merupakan pengalaman pertama. Tidak perlu segalau itu bunda! Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama memandikan bayi. Berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan agar bayi tetap nyaman selama prosesnya.

Kapan waktu yang tepat?

Memandikan bayi perlu timing yang tepat. Sebaiknya bunda hindari memandikan bayi setelah dia menyusu atau makan. Lebih baik menunggu beberapa saat hingga perutnya menyesuaikan asupan yang baru saja masuk. Tujuannya, agar dia tidak tersedak atau gumoh saat ritual mandi.

Selain itu, jika bayi masih dalam usia yang sangat muda sebaiknya memandikannya dalam waktu yang singkat, jangan terlalu lama, ya Bunda! Bahkan, beberapa ahli menyarankan tidak memandikan bayi setiap hari. Mandikan si kecil 3 atau 4 kali seminggu.

Jika bayi dalam keadaan kurang fit lebih baik cukup membersihkan alat vitalnya dan beberapa anggota tubuh dengan mengelapnya saja. Sebab, tubuh dan kulit bayi amat sensitif, jadi perlu berhati-hati.

Apa saja perlengkapannya?

Pertama, siapkan beberapa keperluan mandi bayi di atas meja atau tempat yang datar. Gunakan produk pembersih kulit bayi dengan label soap-free dan tertulis berbahan ringan sebagai pengganti sabun biasa untuk menghindari kulit kering. Hindari juga produk dengan pewangi dan antibiotik karena dapat mengiritasi kulit.

Lalu, siapkan air dan pastikan air yang digunakan dalam suhu yang hangat. Tidak terlalu dingin juga tidak terlalu panas, kurang lebih sekitar 32┬░Celcius. Bunda dapat menggunakan thermometer untuk mengukur suhunya agar tepat. Atau, ukur suhu dengan memasukkan siku untuk memastikan kehangatan airnya supaya cocok dengan bayi. Sebelumnya, masukkan air dingin ke dalam bak mandi terlebih dahulu baru kemudian tambahkan air hangat secara merata. Tuang air hangat ke dalam bak mandi secara memutar, tidak di satu titik. Tujuannya, agar suhu hangatnya merata dan tidak panas di satu titik.

Tahapan Memandikan Bayi

  1. Untuk menghindari terpeleset atau licin di dalam bak mandi, sebaiknya sabuni si kecil di atas meja atau alas yang datar. Bersihkan bayi mulai dari kelopak mata dengan washlap yang dicelupkan ke dalam air hangat. Lalu lanjutkan dengan membersihkan hidung, telinga, dan wajah. Selanjutnya, bersihkan area ketiak, leher, belakang telinga dan jangan lupa kelamin. Sebelumnya, bunda sudah harus mempersiapkan segala perlengkapan mandi bayi seperti sabun cair, washlap, kasa, steril serta handuk di atas meja.
  2. Jika sudah dilap dan disabuni, angkat si kecil dan masukkan ke dalam bak mandi. Pastikan satu tangan menyangga kokoh punggung dan kepala bayi saat tangan yang lain membersihkan bagian tubuhnya lainnya. Jaga posisi kepala bayi tetap berada di atas permukaan air. Guyur secara perlahan dan merata.
  3. Selanjutnya, angkat bayi perlahan-lahan dan letakkan di atas alas ganti atau perlak yang sudah dialasi handuk. Keringkan tiap bagian tubuh secara perlahan-lahan.
  4. Jika sudah kering sebelum memberikan pakaian, bunda bisa memijat bayi. Pijatan pada bayi bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menambah selera menyusu dan memperkuat ikatan emosional antara bayi dan kedua orang tua.

Perlukah menggunakan losion dan minyak setelah memandikan bayi? Disarankan untuk menghindari penggunaan minyak atau pelembap hingga bayi berusia setidaknya satu bulan.

Lantas, bolehkah orang tua ikut mandi dalam satu bak dengan si bayi? Ini merupakan momen yang baik karena semakin mendekatkan ikatan emosional si kecil dengan orang tua. Tapi, sebaiknya dilakukan jika bayi sudah berusia minimal dua bulan.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here