Yuk, Ajak Anak Mencintai Buku!

Mengajak anak menonton video di Youtube atau TV Channel itu mudah. Tapi, bagaimana dengan mengajak anak untuk mencintai buku? Di era serba digital, tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Anak akan lebih tertarik dengan gambar yang bergerak di gadget ketimbang dari buku.

Padahal, tidak baik lho membiarkan anak terlalu sering menonton video di Youtube atau TV. Sebab, anak yang sering terpapar perangkat elektronik akan menjadi lebih mudah bosan dan sulit fokus. Sinar dan warna yang mencolok dari gawai, gambar yang berganti dengan cepat membuat anak jadi kurang bisa mempertahankan perhatian pada permainan dan kegiatan sehari-hari.

Sebaliknya, saat membaca buku anak akan lebih konsentrasi dan fokus. Selain itu membaca dapat mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa si kecil. Dengan membaca pula ada interaksi dua arah antara orangtua dengan anak.

Trik Membaca Agar Menyenangkan

Tidak ada panduan yang pasti pada usia berapa anak dapat dikenalkan buku. Mengenalkan si kecil pada buku dan merangsang minat baca sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Bahkan, bila perlu sejak dari bayi.

Menanamkan kecintaan buku pada anak dapat memulainya dengan buku-buku bayi yang hanya dipenuhi dengan gambar dan warna. Apalagi, saat ini mulai banyak buku khusus bayi yang berbahan kain. Sehingga, tidak mudah rusak dan tahan lama.

Alternatif lain, bunda dapat mengenalkan buku berbentuk pop up. Buku jenis ini adalah buku yang dipenuhi gambar dan dapat muncul dari dalam buku, tentunya akan jauh lebih menarik bagi anak. Janganlah dulu memaksa anak untuk bisa cepat membaca dan mengenal huruf. Yang terpenting adalah bagaimana anak tertarik akan buku dan ia merasa nyaman dengan buku.

Buku audio juga bisa dicoba untuk mengenalkan minat baca anak. Buku jenis ini mulai beredar di pasaran. Biasanya selain gambar ada pula tombol-tombol untuk menimbulkan bunyi yang menjelaskan gambar tersebut. selain belajar visual anak juga belajar melalui audio.

Beda anak tentu beda karakternya. Soal pengenalan membaca kita juga harus menyesuaikan minat mereka. Agar membaca tidak menjadi sebuah paksaan dan tetap terasa menyenangkan.

Misalnya, kebanyakan anak perempuan lebih menyukai buku-buku berkisah putri, kerajaan atau pertemanan. Sementara, mayoritas anak laki-laki lebih menyukai hal-hal yang lebih ‘maskulin’. Tema-tema seperti superheroes, otomotif atau olahraga akan lebih mereka gemari. Intinya, sediakan bacaan yang dekat dengan dunia yang sedang mereka minati.

Agar lebih menyenangkan, aktivitas membaca bisa dilakukan di luar rumah. Misalnya, di taman, perpustakaan kota atau hanya sekedar di balkon rumah. Sehingga, anak mendapatkan pengalaman berbeda saat membaca.

Waktu Membaca yang Tepat

Kapan waktu yang tepat untuk membacakan buku ke anak? Bisa kapan saja. Namun, jika ada waktu regular yang teratur dapat menumbuhkan sebuah rutinitas pada anak. Misalnya, saat sebelum tidur. Bunda dapat memanfaatkan waktu menjelang tidur dengan membacakan cerita kepada si kecil. Bunda dapat memberikan pilihan kepada anak buku mana yang ingin mereka bacakan.

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here