Terlalu Banyak di Depan Gadget, Anak Tidak Siap Sekolah

Berapa jam sehari anak anda betah berlama-lama di depan televisi atau gadget? Jika lebih dari dari satu jam maka sebaiknya bunda wajib waspada. Baru-baru ini terdapat penelitian antara screentime dengan kesiapan balita untuk memasuki dunia sekolah.

Sebuah penelitian dari Universitas New York menemukan bahwa anak-anak yang terlalu banyak menonton televisi dan melihat layar gadget, mereka akan semakin tidak siap untuk memasuki dunia sekolah. Mereka akan bermasalah dalam memahami kata, ilmu matematika serta masalah dalam kehidupan sosial. Itulah mengapa orangtua seharusnya sejak awal menyadari untuk membatasi waktu screentime anak di depan TV dan gadget.

Ada beberapa alasan mengapa sebaiknya screentime anak usia dini terutama di bawah dua tahun dibatasi. Sebab, belajar melalui perangkat elektronik sifatnya cenderung tidak langsung. Seberapapun menariknya gambar dan video di layar, pengalaman inderawi anak kurang terasah. Padahal, jika semakin banyak indera yang terangsang, maka otak akan semakin berkembang optimal.

Perangkat elektronik juga cenderung hanya satu arah sehingga anak hanya berlaku sebagai pendengar pasif. Berdasarkan beberapa penelitian, anak yang kerap terpapar perangkat elektronik mudah menjadi bosan dan sulit fokus. Sinar dan warna yang mencolok serta gambar yang berganti dengan cepat membuat anak kurang bisa mempertahankan pada satu jenis kegiatan. Sehingga, anak akan mudah bosan jika diajak sekadar membaca buku, menyusun puzzle atau berlari di alam terbuka.

Frekuensi konsumsi screentime yang terlalu sering dapat membatasi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dan membaca ekspresi serta suara. Hal ini dapat mempengaruhi mereka dalam hubungan sosial seperti sulit mendapatkan teman baru, kurang memahami cara berinteraksi yang baik, sulit kerja kelompok serta kurang mampu mengatasi konflik.

Para ahli merekomendasikan bahwa anak-anak yang berusia dua hingga lima tahun sebaiknya hanya mengonsumsi perangkat elektronik sebanyak satu jam perhari. Faktanya, dalam penelitian dari Departemen Psikologi Universitas New York menemukan bahwa saat ini anak-anak terpapar perangkat elektronik lebih dari jumlah yang direkomendasikan.

Pada penelitian tersebut, sebanyak 807 anak-anak usia TK dilihat latar belakangnya, pendapatan orangtua serta konsumsi perangkat elektronik dalam sehari-hari. Beberapa hal dinilai seperti pemahaman mengenai kata-kata dan kompetensi sosial-emosional.

Saat diteliti lebih lanjut, balita yang menonton TV lebih dari dua jam sehari memiliki masalah yang kurang baik dalam menghadapi kesiapan memasuki taman kanak-kanak. Mereka mengalami masalah keterampilan dalam matematika. “Dalam penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu banyak di depan layar TV maupun gadget memiliki gangguan pada belajar mereka,” ujar Caroline Fitzpatrick dari Canada’s Université Sainte-Anne seperti yang dilansir dari parenting.com.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here